Langsung ke konten utama

Objek Kajian Matematika

Sampai saat ini belum ada kesepakatan bulat untuk mendefinisikan apa itu matematika. Walaupun belum ada definisi tunggal mengenai matematika, bukan berarti matematika tidak dapat dikenali. Seperti apa yang telah diutarakan oleh Soedjadi (1985:5) sebagai pengetahuan matematika mempunyai beberapa karakteristik, yaitu bahwa obyek matematika tidaklah konkrit tetapi abstrak. Mengenai obyek matematika, Russeffendi membedakan bahwa obyek matematika terdiri dari dua tipe, yaitu: (1) Obyek langsung, yang meliputi: Fakta, Konsep, Operasi/Prosedur, dan Prinsip; (2) Obyek tak langsung, yang meliputi: hal-hal yang mempengaruhi hasil belajar. Misalnya: kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah, mandiri (belajar, bekerja dan lain-lain), bersikap positif dan kemampuan mentransfer pengetahuan. Dan menurut Begle (1979) menyatakan bahwa sasaran obyek penelaahan matematika adalah fakta, konsep, operasi/prosedur dan prinsip.
1.        Fakta
Jika Anda diminta menentukan hasil dari 5 + 2 × 10; berapa hasilnya menurut Anda?  Apakah hasilnya adalah 25 karena operasi perkalian didahulukan dari operasi penjumlahan, yaitu 5 + 2 × 10 = 5 + 20 = 25, ataukah hasilnya 70 karena Anda mengerjakannya sesuai dengan urutannya, yaitu 5 + 2 ×10 = 7 × 10 = 70? Jika ada soal seperti itu, lalu ada siswa yang menjawab 25 dan ada siswa lain yang menjawab 70, jawaban mana yang benar? Untuk menghindari terjadinya kebingungan di dalam menentukan kebenaran dua jawaban tadi, diperlukan adanya kesepakatan di antara para matematikawan. Jika ada yang menanyakan, mengapa perkalian lebih kuat (didahulukan) dari penjumlahan? Ya jawabannya adalah kesepakatan para matematikawan agar tidak terjadi kekacauan. Meskipun ada juga yang menyatakan bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang sehingga perkalian didahulukan dari penjumlahan.
Dengan demikian, fakta adalah konvensi (kesepakatan) dalam matematika seperti lambang, notasi, ataupun aturan seperti 5 + 2 × 10 = 5 + 20, di mana operasi perkalian didahulukan dari operasi penjumlahan. Jadi tidak benar bahwa  5 + 2 ×10 = 7 × 10. Lambang “1” untuk menyatakan banyaknya sesuatu yang tunggal merupakan contoh dari fakta. Begitu juga lambang “+”, “–“, ataupun ”×” untuk operasi penjumlahan, pengurangan, ataupun perkalian. Seorang siswa dinyatakan telah menguasai fakta jika ia dapat menuliskan fakta tersebut dan menggunakannya dengan benar. Karenanya, cara mengajarkan fakta adalah dengan menghafal, drill, ataupun peragaan yang berulang-ulang. 
2.    Konsep
Konsep adalah ide abstrak yang dapat menggolongkan atau mengklasifikasi sekumpulan objek, apakah objek tersebut merupakan contoh konsep atau bukan. Contoh “kubus” adalah nama suatu konsep. Dengan konsep itu kita dapat membedakan mana yang merupakan contoh kubus dan mana yang bukan kubus. Hal itu karena kubus memiliki sifat-sifat atau ciri tersendiri. Berikut merupakan beberapa sifat-sifat kubus :
·         Memiliki 6 sisi berbentuk persegi yang ukurannya sama luas
·         Memiliki 12 rusuk yang ukurannya sama panjang
·         Memiliki 6 titik sudut
·         Memiliki 4 diagonal ruang
·         Memiliki 12 bidang diangonal
Dalam matematika terdapat konsep yang penting yaitu fungsi, variabel, dan konstanta. Konsep tersebut, seperti halnya dengan bilangan, terdapat semua cabang matematika. Banyak konsep lain dalam matematika yang lebih komplek misalnya matriks, vektor, determinan, gradien, dan lainnya.
3.    Operasi/Prosedur
Operasi adalah pengerjaan hitung, pengerjaan aljabar dan pengerjaan matematika yang lain. Misalnya terdapat soal hitunglah berapa volume kubus yang memiliki panjang sisi 6 cm!. Dalam mencari volume kubus, tentu harus mengetahui terlebih dahulu rumus dari volume kubus itu sendiri.
V = s x s x s
   = 6 x 6 x 6
   = 36 x 6
   = 216 cm3
Runtutan cara pengerjaan hitung mencari volume kubus itulah yang dapat kita sebut sebagai prosedur.
4.    Prinsip
Prinsip adalah objek kajian matematika yang lebih komplek. Prinsip dapat terdiri atas beberapa fakta, beberapa konsep yang dikaitkan oleh suatu relasi ataupun operasi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa prinsip adalah hubungan antara berbagai objek dasar matematika. Prinsip dapat berupa aksioma, teorema sifat dan sebagainya. Contohnya sifat komutatif dan sifat asosiatif dalam aritmatika merupakan suatu prinsip, begitu pula dengan teorema phytagoras dan lain sebagainya.
Sumber :



Komentar